Supermom aza dech!!!

Kebanggaan menjadi seorang Ibu bagi 3 malaikat kecilku....

Minta Tolong......

Sore itu aku baru bangun dari tidur siangku..tumben-tumbenan aku bisa tidur siang hari ini. Biasanya begitu mataku merem, Azkiya dan Icha (Mumtaz dah tidur) mendadak kebelet pipis atau minta camilan atau bisa juga minta diceritain buku cerita. Apalagi kedua anakku ini gak doyan banget tidur siang walaupun dengan berbagai bujukan gak bakalan mempan (mudah-mudahan kalau mereka dah jadi 'orang besar' juga anti suap ya..Amin) Tapi, siang ini mereka tertidur juga akibat kelelahan bermain. Tiba - tiba dari arah dapur terdengar suara yang cukup keras dan berbau nyengat..aku segera keluar kamar menuju dapur.. Astaghfirullah ku lihat dapurku pengap sekali. ternyata selang elpiji kompor gas kami bocor..aku panik, stes, bingung, nangis, ngences ( kalau yang ini enggak ding)..berbagai macam peristiwa tragis yang ada di berita tv akibat tabung gas meledak berseliweran di benakku. Tanpa ba bi bu dan tanpa jilbabku aku berlari sprint keluar rumahku setelah sebelumnya membangunkan Azkiya dan Icha serta menggendong Mumtaz. Di luar, aku langsung meminta tolong pada orang - orang yang aku temui. Orang pertama dan kedua yang aku mintai tolong menolak permintaanku dengan alasan mereka gak mengerti tentang gas elpiji. Jaman sekarang emang susah banget ya minta pertolongan orang lain tanpa imbalan. Aku ngerasa seperti ada dalam acara minta tolongnya RCTI.

Sudah 3 menit berlalu dan belum ada orang yang mau menolong ibu yang malang ini, padahal bunyi gas bocor sudah terdengar sampai keluar rumah. Berita dari mulut ke mulut pun tersebar tapi mereka bukannya malah mengerubungi ku seperti lazimnya kalau ada orang yang tertimpa musibah. Tapi mereka malah menjauh bahkan ada yang berlari ( lebai deh ) begitu mendengar ada gas bocor. Ku telepon suami yang masih di kantor tapi toh tetap aja suamiku gak bisa berbuat apa -apa dengan jarak yang begitu jauh. Aku malah sempat berangan - angan andai aja suami ku bisa seperti jinny oh jinny yang begitu mengedipkan mata langsung sampai ke tujuan.

Akhirnya pertolongan Allah datang, satu orang tetanggaku mengorbankan dirinya untuk masuk ke rumah kami yang pengap dengan gas untuk melepaskan selang gas dari tabungnya. Bunyi yang menyeramkan itu pun berhenti. Pintu belakang dan samping rumah dibuka lebar - lebar agar udara yang bau gas itu berganti denagn udara segar. Gak berapa lama pun suamiku pun datang, aku langsung memeluknya erat - erat dan menangis di pelukannya...( sinetron kalee...) Enggak lagi aku cuman bercerita panjang lebar aja ke suami. Selama 3 hari aku trauma deket-deket dapur..dikit-dikit mencium bau gas. Tapi demi gizi dan keuangan keluarga ku paksakan diriku untuk mulai menjamah dapur lagi. Soalnya boros banget sih kalau harus beli lauk dan sayur terus..Hemat Pangkal Kaya Buuuk..!!

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut


ShoutMix chat widget
free counters